Tugas Kelompok
Diajukan
Untuk Memenuhi Mata Kuliah Fisika Statistik
1.
Anas wafiq 5. Estia Mirna Wati
2.
Desi Aprina 6. Febtia Fera Mulyani
3.
Desi Mulya D 7. Ratnasari
4.
Dori Dwi Prayoga 8. Retno Sugesti
Dosen : Widya Wati,
M.Pd.

PRODI PENDIDIKAN FISIKA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
RADEN
INTAN LAMPUNG
LEMBAR
PENGESAHAN
Judul : PERSAMAAN MAXWELL-BOLTZMAN
Tanggal Percobaan : 26 Oktober
2013
Nama :
Anas Wafiq Estia
Mirna Wati
Desi Aprina Febtia
Fera Mulyani
Desi Mulya D Ratnasari
Dori Dwi Prayoga Retno Sugesti
Kelas :
Fisika A
Jurusan :
Pendidikan Fisika
Fakultas :
Tarbiyah
Kelompok :
III (Tiga)
Bandar
Lampung, 26 Oktober
2013
Mengetahui
Dosen
Widya Wati,M.Pd
ABSTRAK
Dalam
beberapa abad, para ilmuwan Fisika klasik menganggap bahwa semua fenomena di
alam dapat dijelaskan dengan mekanika Newton dan teori Gelombang
Elektromagnetik dari Maxwell. Namun, ada beberapa fenomena yang tidak bisa
dijelaskan oleh fisika klasik, diantaranya tentang radiasi benda hitam. Dimana
benda hitam adalah benda yang dapat menghisap seluruh foton/cahaya yang datang. Stefan menemukan
bahwa: “daya total per satuan luasyang dipancarkan pada semua frekuensi
oleh suatu benda hitam panas (Itotal) adalah sebanding dengan
pangkat empat dari suhu mutlaknya”.
Selanjutnya,
lima tahun setelahnya, sekitar tahun 1884. Ludwig Boltzmanmenurunkan
kembali persamaan Stefan dengan analisis termodinamika dan teori gelombang
elektromagnetik. Hasil yang diperoleh ini selanjutnya dikenal sebagai hukum Stefan-Boltzman yang
berbunyi:
“
energy yang dipancarkan oleh suatu permukaan benda dalam bentuk radiasi kalor
persatuan waktu sebanding dengan luas permukaan dan sebanding dengan pangkat
empat suhu mutlak permukaan itu “.
Jika
luas seluruh permukaan benda diketahui, energi per satuan waktu atau daya yang
dipancarkan oleh benda tersebut dapat dihitung dengan persamaan berikut.
P = I A = e s T4 A
Dengan:
P adalah daya (satuannya Watt), e adalah koefisien emisivitas bahan,
nilainya antara 0-1 ( 1 untuk benda hitam sempurna), sadalah konstanta
Stefan-Boltzman nilainya s=5,67 x 10-8 W m-2 K-4,A adalah luas permukaan benda dengan satuan m2.
A.
PENDAHULUAN
Dalam
beberapa abad, para ilmuwan Fisika klasik menganggap bahwa semua fenomena di
alam dapat dijelaskan dengan mekanika Newton dan teori Gelombang
Elektromagnetik dari Maxwell. Namun, ada beberapa fenomena yang tidak bisa
dijelaskan oleh fisika klasik, diantaranya tentang radiasi benda hitam. Dimana
benda hitam adalah benda yang dapat menghisap seluruh foton/cahaya yang datang.
Beberapa
fenomena radiasi benda hitam mendorong para ilmuwan untuk mempelajarinya. Salah
satu karakteristik radiasi benda hitam yang dipelajari oleh para ilmuwan adalah
tentang bagaimana menemukan persamaan yang dapat digunakan untuk memprediksi
atau menentukan intensitas radiasi pada panjang gelombang tertentu dari sebuah
benda yang memancarkan radiasi pada suhu tertentu.
Dari
sekian banyak ilmuwan yang mempelajari tentang radiasi
adalah Joseph Stefan(1879) dan Ludwig Boltzman (1884). Kedua
ilmuwan ini berhasil menemukan hubungan antara intensitas total dan daya yang
dipancarkan suatu benda hitam dengan suhu dari benda tersebut.
. PERSAMAAN
STEFAN-BOLTZMAN
1. Persamaan
Stefan-Boltzman tentang Radiasi Benda Hitam
Dalam
mempelajari karakteristik dari radiasi benda hitam, Joseph
Stefan pada tahun 1879 menemukan hubungan antara intensitas dengan suhu
benda yang memancarkan radiasi. Stefan menemukan bahwa: “daya total per
satuan luasyang dipancarkan pada semua frekuensi oleh suatu benda hitam
panas (Itotal) adalah sebanding dengan pangkat empat dari suhu
mutlaknya”.
Selanjutnya,
lima tahun setelahnya, sekitar tahun 1884. Ludwig Boltzmanmenurunkan
kembali persamaan Stefan dengan analisis termodinamika dan teori gelombang
elektromagnetik. Hasil yang diperoleh ini selanjutnya dikenal
sebagai hukum Stefan-Boltzman yang berbunyi:
“
energy yang dipancarkan oleh suatu permukaan benda dalam bentuk radiasi kalor
persatuan waktu sebanding dengan luas permukaan dan sebanding dengan pangkat
empat suhu mutlak permukaan itu “.
Jika
luas seluruh permukaan benda diketahui, energi per satuan waktu atau daya yang
dipancarkan oleh benda tersebut dapat dihitung dengan persamaan berikut.
P
= I A = e s T4 A
Dengan:
P adalah daya (satuannya Watt), e adalah koefisien emisivitas bahan,
nilainya antara 0-1 ( 1 untuk benda hitam sempurna), sadalah konstanta
Stefan-Boltzman nilainya s=5,67 x 10-8 W m-2 K-4,A adalah luas permukaan benda dengan satuan m2.
2. Persamaan
Stefan-Boltzman tentang Energi Radiasi
Energy
total yang dipancarkan oleh benda hitam dapat dihitung dengan mengintegralkan
persamaan energi radiasi fungsi panjang gelombang dari panjang gelombang nol
sampai tak berhingga, yaitu :
misalkan y
= hc/ λkT sehingga
Dengan
syarat batas berlaku y, saat λ = 0 maka y = ~ dansaat λ = ~ maka y = 0.
PERATA-RATAAN PERILAKU SISTEM
Misalkan secara
kuantitatif perilaku suatu sistem dinyatakan dengan fungsi
yang dapat
direpresentasikan dengan enam koordinat
dan
. Selanjutnya
distribusi sistem terhadap ke seluruh tingkat energi yang tersedia diketahui,
maka kita dapat menyatakan nilai rataan
dalam bentuk
distribusi. Jika terdapat
sistem dengan koordinat 
, maka peluang menemukan sistem
tersebut dalam elemen ruang fase tersebut dapat ditulis dengan
dimana
adalah jumlah total sistem dan
adalah fungsi peluangnya. Maka
Harga rataan
dapat diperoleh dengan menggunakan
rataan statistik normal, yakni

dalam hal ini
integral dilakukan terhadap daerah dalam seluruh ruang dan untuk mudahnya
integral pada bagian penyebut nilainya diambil sama dengan satu. Substitusi ke
persamaan sebelumnya menghasilkan

substitusi
dilakukan dengan dengan mengambil harga 
Pada bagian 1.3
telah dibahas nilai rataan terhadap beberapa perilaku assembly sebagai suatu
kesatuan. Misalkan perilaku sistem
dinyatakan dalam
yang merupakan fungsi
koordinat
sistem, maka rataannya dapat dinyatakan dengan

dimana
adalah
kebolehjadian bahwa assembly memiliki
koordinat dalam
elemen ruang fase
. Integral dilakukan ke seluruh ruang dalam ruang
fase.
Peluang bahwa
koordinat seluruh sistem berada dalam ruang fase
adalah
merupakan perkalian peluang masing-masing
, dimana sistem yang ke-i koordinatnya berada dalam ruang elemen dimensi enam
. Jadi
Dalam hal ini
sehingga
dengan
menggunakan persamaan 3.2 dalam bentuk

Karena energi total assembly
, maka

Jadi rataan
variabel
adalah

Namun
keterbatasan dari apa yang kita bicarakan adalah bahwa energi total assembly
energi sistem nilainya tetap, dan apabila tidak terjadi interaksi antara setiap
sistem ataupun komponen dalam sistem. Untuk assembly dimana terjadi interaksi
di dalamnya, maka bentuk perumusannya menjadi lain.
GAS IDEAL KLASIK
Gas ideal klasik dalam hal ini
adalah suatu assembly yang terdiri dari sejumlah sistem dimana
molekul-molekulnya tidak saling berinteraksi, dapat dibedakan antara yang satu
dengan lainnya. Jelaslah bahwa untuk gas ideal klasik berlaku statistik Maxwell
Boltzmann.
Untuk menganalisis lebih jauh
perilaku gas ideal klasik, akan sangat mudah dilakukan jika kita menyatakan
distribusinya dalam beberapa variabel. Distribusi yang sudah kita nyatakan
adalah distribusi energi
yang menyatakan ungkapan matematik dalam bentuk fungsi
bagaimana partikel tersebar dengan energi berada diantara
dan
. Kita juga dapat menyatakan distribusi dalam momentum
atau kelajuan.
Elemen ruang fase yang bersesuaian
dengan volume
= dxdydz dan
total momentum dalam interval
dan
adalah
Volume ruang
fase yang bersesuaian dengan kecepatan total dalam interval
dan
diperoleh
dengan melakukan substitusi
. Jadi
Substitusi
nilai
dalam persamaan 2.57 dan nyatakan
, maka akan diperoleh distribusi momentum dan
kecepatan
dan
Untuk menyatakan
distribusi energi, kita harus menuliskan energi dalam bentuk
atau
, sehingga
Persamaan di
atas dikenal dengan distribusi kecepatan Maxwell-Boltzmann, dan grafiknya
disajikan dalam gambar berikut untuk berbagai harga temperatur.
Distribusi
kecepatan gas dapat juga dinyatakan dalam komponen-komponen kecepatan molekul
dan
. Oleh karena
, dst. Maka elemen ruang fase untuk kecepatan yang
berada dalam interval
dan
,
dan
serta
dan
adalah
Maka
dimana energi
telah kita nyatakan dengan
.
Jumlah molekul
yang memiliki komponen
dan
, demikian pula dengan komponen kecepatan lainnya,
dapat dilakuan dengan melakukan integrasi terhadap nilai
dan
. Jadi


Dengan
menggunakan fungsi khusus,
bentuknya mirip
dengan yang kita peroleh sebelumnya. Untuk komponen lainnya kita tinggal
mengganti indeksnya saja.
Jika fungsi
distribusi peluang
didefenisikan
dengan
sedemikian
sehingga
adalah peluang
bahwa komponen kecepatan dalam arah -x berada dalam interval
dan 
Fungsi peluang
yang bersesuaian dengan ketiga komponen kecepatan adalah
dimana
adalah peluang molekul dengan komponen kecepatan
dengan nilai diantara
dan
,
dan
, serta
dan
.
C. KESIMPULAN
· Joseph
Stefan pada tahun 1879 menemukan hubungan antara intensitas dengan suhu
benda yang memancarkan radiasi. Stefan menemukan bahwa: “daya total per
satuan luas yang dipancarkan pada semua frekuensi oleh suatu benda hitam
panas (Itotal) adalah sebanding dengan pangkat empat dari suhu
mutlaknya”.
· Ludwig
Boltzman menurunkan kembali persamaan Stefan dengan analisis termodinamika
dan teori gelombang elektromagnetik. Hasil yang diperoleh ini selanjutnya
dikenal sebagai hukum Stefan-Boltzman yang berbunyi:“
energy yang dipancarkan oleh suatu permukaan benda dalam bentuk radiasi kalor
persatuan waktu sebanding dengan luas permukaan dan sebanding dengan pangkat
empat suhu mutlak permukaan itu “.
I =
e.σ.T4
P
= e s T4 A
DAFTAR PUSTAKA
Efrizon,
Umar. 2007. Fisika dan Kecakapan Hidup. Jakarta: Ganeca Exacta.
Hallyday,
David.1977. Fisika Jilid 2 (Terjemahan Pantur Silaban). Jakarta:
Erlangga.
Kangenan,
Marthen. 2007. Fisika Untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.
Sinaga,
Parlindunngan. 2011. Diktat Perkuliahan Fisika Modern. Bandung: Jurusan
Pendidikan Fisika FPMIPA UPI.
Sutopo.2004.Pengantar
FisikaKuantum.IMSTEP : JICA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar